Maulid Nabi dan Memuliakan Anak Yatim Oktober 2020

Peringatan Maulid Nabi dan Momentum Memuliakan Anak Yatim diselenggarakan oleh Yayasan Bangun Kemandirian Bangsa (ybkbindonesia) pada bulan Oktober 2020.

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati maulid Nabi Muhammad Saw. Hal ini diperingati di negara-negara yang mayoritas beragama Islam, termasuk Indonesia.

Menyambut Maulid Nabi dan Momentum Memuliakan Anak Yatim Rencana Kegiatan Bulan Oktober 2020 ybkbindonesia sbb:

  1. Sema’an al Qur’an dan Do’a Bersama Anak Yatim pada hari Jum’at ba’da Ashar tgl 9 dan 23 Oktober 2020.
  2. Safari Santunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, mulai tanggal 16 sampai tanggal 30 Oktober 2020.
  3. KBM setiap hari Sabtu dan Minggu dan TPA Tahfidz setiap ba’da Maghrib.
  4. Menerima dan menyalurkan Wakaf Al Qur’an dan Mukena.
  5. Wakaf Tunai

Sebagai ungkapan rasa sayang dan kepedulian kita kepada anak Yatim, kami mengajak dan mohon dukungan Ayah, Bunda, Sahabat untuk kelancaran kegiatan ini. 🌾🌾🙏

Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang berlipat ganda di dunia dan akhirat kita semua. Dan semoga Allah memberikan kelancaran dan kecukupan kebutuhan kegiatan mulia ini. Aamiin ya Allah… 🤲🤲

“AMALAN yang paling DICINTAI ALLAH Ta’ala adalah amalan yang RUTIN walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)

🌴🌴 Yayasan Bangun KEMANDIRIAN BANGSA menerima dan menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWA).

Beberapa kalangan berpendapat bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (1193 M). Shalahuddin disebut menganjurkan pengikutnya untuk melaksanaan perayaan maulid Nabi guna membangkitkan semangat Jihad kaum muslim.

Sekarang Perayaan maulid Nabi dijadikan sebagai momentum memuliakan anak yatim. Nabi Muhammad Saw. sangat dekat dengan anak yatim. Beliau mengibaratkan bahwa antara dirinya dengan anak yatim seperti jari-jari tangan yang sangat dekat. Oleh karena itu, barang siapa yang ingin dekat dengan Rasulullah Saw. di surga, harus mencintai anak yatim.

Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Muhammad Saw. dilahirkan oleh Siti Aminah di Mekkah tahun 570 M dalam kondisi yatim. Ayahnya, Abdullah meninggal pada saat kandungan siti Aminah berusia enam bulan dalam perjalanan dari kota Mekkah ke kota Yastrib (Madinah) dan dimakamkan di sana.

Lalu Siti Aminah meninggal pada saat Nabi Muhammad Saw. berusia enam tahun dalam perjalanan pulang dari Madinah. Jadi Nabi Muhammad berstatus sebagai anak yatim piatu. Lalu Beliau diasuh oleh kakeknya, yaitu Abdul Muthalib. Kakeknya pun meninggal pada saat Nabi Muhammad berusia delapan tahun, lalu Beliau diasuh oleh pamannya, yaitu Abu Thalib.

Itulah sekelumit sejarah singkat Nabi Muhammad Saw. Sang anak yatim. Oleh karena itu, momen peringatan Nabi Muhammad yang banyak diisi dengan berbagai acara seremonial seperti tabligh akbar, membaca salawat, perlu juga diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti menyantuni anak yatim.

Allah Swt. dalam Alquran pun telah mengingatkan bahwa kita harus menyayangi anak yatim, jangan sampai menganggu atau bahkan memakan harta anak yatim. Dengan menyantuni anak yatim, tentunya harta yang disedekahkan akan jauh lebih bermanfaat.

Sebagai sebuah syiar, juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. di masa depan perlu juga dilakukan dengan cara-cara baru yang lebih kontekstual dan misi sosialnya muncul seperti menyantuni anak yatim.

Aksi nyata memuliakan anak yatim ditunjukkan oleh presiden Joko Widodo pada saat memperingati maulid Nabi Muhammad Saw. di istana Bogor tanggal 1 Desember 2017. Anak-anak yatim berada pada kursi jajaran paling depan, sedangkan presiden Joko Widodo, para menteri, dan para tamu undangan berada pada kursi dibelakangnya. Hal ini menunjukkan contoh memuliakan anak yatim, dan semoga hal tersebut bukan hanya pada saat acara di istana negara saja, tetapi juga dilakukan pada acara-acara lainnya.

Hal ini pun bisa menjadi contoh bagi kita untuk memuliakan anak yatim. Dengan kata lain, ingat anak yatim, maka ingatlah kepada Nabi Muhammad Saw. Sang anak yatim.

Menyantuni anak yatim sebenarnya bukan hanya saja dilakukan pada saat peringatan maulid Nabi saja, tetapi bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dan pada acara apa saja. Caranya, bisa anak-anak yatim tersebut diundang untuk menghadiri acara syukuran atau sebaliknya, pihak yang syukuran berkunjung ke panti anak yatim.

Dan tentunya, sebelum mencari anak-anak yatim yang lokasinya jauh, sebaiknya carilah anak-anak yatim di lingkungan rumah atau kampung halaman. Beberapa hadits menyatakan bahwa Allah sangat murka jika ada orang yang tidur karena kekenyangan, tetapi ada tetangganya tidak dapat tidur karena kelaparan.

Peringatan maulid Nabi Muhammad Saw. jangan terjebak kepada aktivitas ritual saja, tetapi ada dimensi sosialnya. Dan hal ini justru yang masih menjadi masalah bagi bangsa Indonesia, yaitu menyelaraskan antara kecerdasan ritual dengan kecerdasan sosial. Dan menyantui anak yatim dapat menjadi salah satu caranya. Wallaahu a’lam

Pengampunan (At-Taubah):34 – Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

Pengampunan (At-Taubah):35 – pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

Salam Santun dari Adik Yatim dan Pengurus Yayasan Bangun Kemandirian Bangsa 🙏🙏😊

Leave a Comment

Your email address will not be published.